LA-kone Adventure team

The Real Team Expedition

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

The Camp

Description
Camp Coban Rondo
Camp Dlundung

Visitor

TANJAKAN CINTA

KAWAH IJEN


design/si Jay/mBah_reTHo
Klik di sini

Thumbnail Recent Post

Berbagi ke FB

PENANGGUNGAN

COBAN WATU ONDO

Category List

Bali (2) Banyuwangi (1) Batu (2) Lamongan-Gresik (2) Lumajang (1) Malang (2) Mojokerto (6) Pasuruan (3) Probolinggo (3) Situbondo (1) TUBAN (1) Wonosobo (1)

LA-kone Adventure team

Lamongan Adventure "Kita Orang Nyari Enjoy" Para Penikmat Alam.....

Pananjakan View Point Gunung Bromo

LA-kone Adventure team Touring and Camping di Bromo...

Para Penikmat Alam

Our Life is Our Adventure.....

Padang Savana dan Bukit Teletubies

Banyak Cara untuk Mengagumi KebesaraNya salah satunya dengan menikmati Alam...

Ranu Kumbolo

Danau Tertinggi di Jawa Timur 2.400m dpl.....

Tampilkan postingan dengan label Mojokerto. Tampilkan semua postingan



Assalamu'alaikum sobat adventure, kali ini kami kembali berbagi cerita dari pengalaman kami 'LA-KONE team" tentang pendakian di Gunuung Penanggungan. Setelah sebelumnya kami mBolang ke Ranu Kumbolo dan Coban Pelangi team kami vacum selama kurang lebih enam bulan, perasaan rindu akan suasana alam, rindu menggigil berselimut kabut gunung dan rindu akan kebersamaan pun membayangi kami hehehehhe lebay bro.. 
Pendakian kami ke Gunung Penanggungan ini sebenarnya tidak ada planning sama sekali sebelumnya, keputusan dari temen2 LA-KONE juga sangat singkat, jumat malam kita komunikasi via telp sabtu pagi nya kami berkumpul untuk berangkat mBolang itu pun masih bingung antara ke Gunung Penanggungan atau ke Gunung Panderman, akhirnya kita sepakati untuk memilih Gunung Penaggungan sebagai tujuan mBolang sekaligus kami jadikan pemanasan setelah enam bulan kami vakum.

Sekilas tentang Gunung Penanggungan
Gunung Penanggungan (ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut) merupakan sebuah gunung yang terdapat di Pulau Jawa, Indonesia. Letak gunung berapi tidur ini berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berjarak kurang lebih 25 km dari Surabaya. Gunung Penanggungan berada pada satu kluster dengan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Gunung ini dikenal memiliki nilai sejarah tinggi karena di sekujur lerengnya ditemui berbagai peninggalan purbakala, baik candi, pertapaan, maupun petirtaan dari periode Hindu-Buddha di Jawa Timur. Di masa itu ia dikenal sebagai Gunung Pawitra. (http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Penanggungan)



Jalur Pendakian Gunung Penanggungan
1. Jalur Trawas => dari arah Surabaya atau Malang, naik bus dan turun di terminal Pandaan. terus naik angkot jurusan  Trawas. dari Trawas kita bisa naik ojek menuju desa Rondokuning/desa Tamiajeng.
2. Jalur Jolotundo => jalur Jolotundo adalah yang paling sering digunakan, karena jika kita lewat jalur ini kita akan menjumpai banyak situs-situs arkeologi berupa punden, petilasan, candi, dll.. untuk mencapai Jolotundo dari Trawas kita bisa naik minibus.
3. Jalur Ngoro => dari arah Malang atau Surabaya naik bus dan turun di pertigaan Japanan, setelah itu kita naik minibus jurusan Ngoro. dari Ngoro kita naik angkutan desa dan turun di desa Jedong. jalur pendakian yang ditempuh adalah melewati hutan lindung. medannya cukup landai, tanjakan yang cukup berat akan ditemui setelah kita melewati candi Wayan.Jalur ini lebih sulit daripada Jolotundo dan Trawas.

Dari ketiga jalur tersebut kami memilih Jalur Trawas via desa Tamiajeng, kami sempat kesulitan menemukan desa tersebut yang merupakan pos pertama pendaftaran pendakian & penitipan kendaraan, namun setelah beberapa salah jalan dan setelah beberapa kali kami bertanya kesana kemari akhirnya kami menemukan desa tersebut. Ternyata Pos pendaftaran pendakian tepat berada di belakang kampus UBAYA, di pos ini terdapat tempat parkir dan warung makan yg biasanya digunakan para pendakai untuk istirahat & membeli makan atau ,minuman untuk bekal mendaki.



























Tepat jam setengah satu siang kami tiba di Pos pendaftaran, kurang lebih setengah jam kami beristirahat, menyiapkan perbekalan air dan mendaftar ke petugas jaga. Pada umumnya pendakian penanggungan biasanya dilakukan pada malam hari mengingat gunung penanggungan termasuk gunung kecil dan gersang, sehingga kalau siang hari suhu udara terasa panas. Namun, rasa penasaran dari teman2 tetap memutuskan untuk berangkat siang hari, tepat jam setengah dua siang kami pun mulai berangkat mendaki. Jalan pendakian cukup lebar bebatuan terjal, meskipun terbilang sebagai gunung kecil namun bagi pemula gunung penanggungan memiliki tanjakan yg cukup menyiksa kalau pendakian dilakukan siang hari. Cuaca waktu itu sangat cerah udara pun terasa sangat panas satu jam perjalannan keringat kami pun bercucuran dehidrasi untung kami membawa bekal air minum yang cukup banyak. Karena kecapekan akibat suhu udara yang panas kami pun berkali kali harus berhenti istirahat bahkan sempet tertidur juga..hahahhahaha..payah 6 bulan vacum aja udah loyo nich bro..


Perjalanan pun kami lanjutkan kembali selama 3 jam pun kami akhirnya sampai di Puncak Bayangan, di lokasi ini biasanya digunakan oleh para pendaki untuk mendirikan tenda dan bermalam sebelum melanjutkan ke Puncak Gunung Penanggungan. Kami pun mendirikan tenda dan bermalam disini. Puncak bayangan ini berupa tanah lapang yang cukup luas hanya ditumbuhi rerumputan saja sehingga cocok untuk mendirikan tenda. Dinamakan Puncak bayangan karena lokasi ini seakan-akan sudah seperti puncak gunung, dari sini view Pemandangan Kota Mojokerto terlihat jelas, apalagi pada waktu malam hari semakin terlihat indah dengan gemerlip suasana lampu2 kota mojokerto.






















 
Keesokan hari kurang lebih pukul 04.00 pagi, kami pun bergegas melanjutkan pendakian ke puncak penanggungan dengan berharap bisa mendapatkan sun rise. Dengan meninggalkan tenda dan membawa bekal secukupnya untuk menghemat tenaga kami pun berangkat mendaki setapak demi setapak. Kabut yang begitu tebal mengalangi jarak pandang kami. Jalur menuju puncak kali ini cukup berat, medannya pun cukup terjal dengan tekstur tanah bebatuan yg licin sehingga kami harus ekstra hati-hati.

























Sebelum sampai puncak akan kita temui sebuah Goa yang sering digunakan pendaki untuk berteduh ketika hujan atau pun bermalam disini, goa ini ukuranya tidak terlalu besar  sekitar cukup untuk tiga orang. setelah perjalanan kurang lebih satu jam akhirnya kami sampai di Puncak Penanggungan, perasaan capek pun akhirnya terbayarkan dengan keindahan alam yang menakjubkan, Subhanallah....

Puncak Penanggungan cukup luas ternyata, banyak juga yang mendirikan tenda di sini. Pemandangan kota surabaya, sidoarjo dan mojokerto terlihat sangat jelas dari sini, jajaran Gunung Weliran dan Gunung Arjuno pun terlihat gagah  dengan diselimuti kabut tebal dibawahnya manambah keindahan yang tak ternilah harganya dan tak akan terlupakan sepanjang masa...wkwkwkkwkwk lebay-nya muncul lagi...










Sampai disini dulu reporte Jay melaporkan dari TKP (Tempat Keindahan Penanggungan) hehehehe...kita sambung lagi di cerita mBolang kami selanjutnya.. Salam Para Penikmat Alam "LA-KONE"
Wassalam........



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Rafting atau Arung jeram adalah suatu aktifitas pengarungan bagian alur sungai yang berjeram dengan menggunakan saranala alat yang terdiri dari Perahu Karet dan dayung. Tujuan dari Arung Jeram ini bisa dilihat dari sisi olah raga, rekreasi ataupun Ekspedisi (Petualangan). Sedangkan untuk sungai yang digunakan untuk rafting ini sendiri ada tingkat kesulitan atau grade dimana skalanya 1 s/d 6, skala 1 s/d 3 layak digunakan untuk wisata, sedangkan skala 4 s/d 6 untuk kegiatan petualangan.



Lokasi :
OBECH Wilderness Experience di Sungai Kromong, Desa Bandulan, Pacet, Mojokerto.

Berada diatas lahan seluas 2 Ha, OWE diciptakan menjadi tempat yang nyaman untuk melaksanakan kegiatan wisata arung jeram, outing/outbound perusahaan maupun tempat yang nyaman untuk berekreasi keluarga, dan dilengkapi oleh fasilitas Pendopo (lobby), Camping Ground, Outbound Area, High Rope Area serta Shower Room yang representatif.

Tentang Sungai Kromong :
• Sungai ini memiliki gradian ± 40 derajat dengan grade 2 s/d 3.
• Jumlah Jeram :
- Sungai Kromong Atas ( Brawijaya Trip ) : ± 20
- Sungai Kromong Bawah ( Gajah Mada Trip) : ± 50
• Waktu Tempuh :
- Sungai Kromong Atas ( Brawijaya Trip ) : ± 1 Jam
- Sungai Kromong Bawah ( Gajah Mada Trip) : ± 2,5 Jam
• Jarak Tempuh :
- Sungai Kromong Atas ( Brawijaya Trip ) : ± 2 Km
- Sungai Kromong Bawah ( Gajah Mada Trip) : ± 7 Km

Sungai Kromong Menawarkan sensasi berbeda dan tentunya sangat menantang untuk dicoba. sungai ini memiliki  beberapa Jeram yang menantang dan memacu adrenalin anda. Tiap kali  melewati jeram tersebut perahu akan terbalik karena derasnya air sungai kromong namun justru terbaliknya perahu tersebut  membuat perjalanan rafting semakin seru. Namun perlu diwaspadai di sungai Kromong ini aliran airnya sangat deras dengan bebatuan yg terjal. Di sepanjang perjalanan menyusuri derasnya sungai ini kita akan di sajikan dengan hijaunya pemandangan yang indah tebing-tebing yg tinggi, serta akan kita jumpai air terjun selama perjalanan rafting. 



















Referensi : http://obech.com



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Air Terjun Dlundung Terletak di Dusun Ketapang, Desa Kemloko, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Propinsi Jawa Timur. Air terjun ini berada di ketinggian ±760 meter dari permukaan laut dan berada di kaki gunung Welirang. Air terjun ini berada di kawasan hutan lindung seluas 1600 ha milik Perhutani KPH Pasuruan Kabupaten Mojokerto.  Luas kawasan air terjun itu sendiri sekitar 4,5 ha.

Aksesbilitas ke Lokasi Air Terjun Dlundung Berjarak sekitar 45 km dari Malang atau 60 km dari Surabaya.  Untuk menuju air terjun ini tidaklah sulit dengan akses jalan yang relatif bagus. Jika berangkat dari Sidoarjo melewati Pandaan, masuk ke jalan raya Trawas, lalu berbelok ke arah Dlundung dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.  Ada papan nama cukup besar untuk menuju lokasi ini. Dari jalan raya diteruskan sekitar dua kilometer dengan kondisi jalan menanjak hingga ke pintu gerbang kawasan. 

Fasilitas yang dimiliki kawasan wisata ini antara lain adanya area yang cukup luas untuk kegiatan outbound. Beberapa warung penjual makanan dan minuman ringan juga tersedia disini.

Bagi Anda yang Hoby camping dan ingin merasakan indahnya alam, Anda bisa melakukannya disini. Ada beberapa tempat yang biasa digunakan untuk camping. Pertama adalah lapangan yang ada di dekat pos pembelian tiket, lapangan ne cukup luas, kedua ada di atas kurang lebih 10 menit berjalan kaki, dan di atasnya lagi pun ada tanah lapang dekat kebun warga jg cocok utuk mendirikan tenda. Dari tempat yang pertama. Tempat yang di bawah terdapat fasilitas kamar mandi, mushollah dan juga terdapat warung. Kalo yang di atas cuma hutan aja dan perkebunan.

















Aliran Air Terjun Dlundung tidaklah deras, telebih lagi air terjunnya tidak tinggi. Tapi jangan salah, air terjunnya tetap tidak kalah indah dibandingkan dengan air terjun yang lain. Justru alirannya yang kecil ini yang menjadi daya tarik tersendiri. Lembutnya air yang mengalir terlihat seperti kapas yang dikelilingi aneka tumbuhan di sekelilingnya.


 





















Jika anda Pecinta petualangan, di sini anda juga bisa berpetualang mencari air terjun lain yg lokasinya di atas air terjun dlundung, oleh masyarakat sekitar dinamakan air terjun kembar karena di sana terdapat dua air terjun yg cukup deras yg satu di atas dan yang satunya berada di bawah. Untuk bisa menemukan air terjun ini anda harus menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam dengan medan yg cukup terjal melewati bukit dan hutan pinus dan tropis. Anda harus ekstra hati-hati karena sepanjang perjalanan anda melewati Jalan yang licin, sempit, setapak, rawan longsor dan jurang. Tidak hanya itu karena medanya yang lembab dan semak belukar, banyak dijumpai LINTAH. Jadi anda harus ekstra hati-hati…!! Jika anda kesulitan arah dalam menemukan air terjun ini, anda hanya cukup mengikuti Pipa air Minum saja, karena pipa tersebut mengarah ke lokasi air terjun. Perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan akan segera terbayar apabila anda  telah sampai di lokasi, pemandangan yg indah serta derasnya air terjun yang alami di tengah hutan belantara akan mengobati rasa capek dan rasa penat anda.









Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

 


Air terjun Grenjengan berada satu lokasi dengan Air Panas Padusan, yaitu di lereng Gunung Welirang.


Lokasi

Terletak di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Propinsi Jawa Timur.
  
Peta dan Koordinat GPS:

Akses

Berjarak sekitar 25-30 km dari Mojokerto ke Pacet.  Dari pintu masuk utama di lokasi wisata air panas Padusan perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki dengan mengambil belokan ke kanan ke arah jalan yang menanjak berbatu dan melewati aliran sungai kecil sejauh kurang lebih 1 km.
Fasilitas

Lokasi air terjun ini sepertinya tak dikelola dengan serius oleh pemerintah setempat.  Hal ini terlihat dari beberapa fasilitas yang belum tersedia seperti jalan setapak masih berbatu dan sempit sehingga menyulitkan pengunjung datang terutama bila saling berpapasan.


Wisata Lain

Air Panas Padusan



Sumber :
http://judithlovesyou.blogspot.com/2009_07_01_archive.html

http://berlibur-yuk.blogspot.com/2010/09/air-terjun-grenjengan.html

http://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-timur/air-terjun-grenjengan---mojokerto



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Coban Watu Ondo atau dengan nama lain Coban Kembar berada di dalam kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo di bawah lereng Gunung Welirang yang berbatasan antara Mojokerto dan kota Batu.  
Nama Watu Ondo diambil karena sepanjang jalan turunan menuju sumber air terjun ini sudah berupa anak tangga yang terbuat dari susunan batu-batu.  Atau juga disebut Coban Kembar karena di lokasi ini terdapat dua air terjun yang saling berhadapan namun dengan ketinggian yang berbeda.  Disebelah kanan ketinggian air mencapai 15 m dengan karakteristik air terjun berundak dengan kemiringan sekitar 75 derajat, sedangkan di sebelah kiri mencapai ketinggian ±  69 m dengan karakteristrik air terjun yang langsung jatuh je bawah.  Kedua air terjun ini berasal dari sumber mata air yang berbeda.  Dan selanjutnya alirannya bertemu di satu telaga kecil dan cukup dangkal.
Pada air terjun sebelah kiri, tepat di bawah jatuhnya air tersedia sebuah kolam yang dapat digunakan untuk bermain air atau mandi.  Sementara tepat diantara kedua air terjun terdapat dua buah goa, dimana warga menyebutnya sebagai Goa Jepang, konon di tempat ini di jaman perang kemerdekaan digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan dan persembunyian tentara jepang.  Sayangnya kedua buah gua ini tertutup oleh rimbunnya rumput liar. Menurut penuturan oleh petugas jaga tak satu orang pun yang berani masuk goa tersebut, konon cerita masyarakat goa tersebut banyak ularnya serta penghuni makhluk halus.

Sebenarnya masih ada objek yang menarik lagi terletak di bawah aliran Coban Kembar ini yang bernama Coban Teyeng (bahasa Jawa berarti berkarat).  Coban ini katanya berundak-undak dan lebih hebohnya lagi, airnya berwarna kuning seperti air berkarat.   Sayangnya, jalur kesana masih belum bisa ditempuh lewat jalur darat. Jalur kesana hanya bisa dengan menyisir sungai. 


Lokasi
Terletak di Dusun sendi, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Propinsi Jawa Timur.
Indonesia arah kota batu (perbatasan Kota Batu).


Akses

Berjarak 8 km dari ibukota kecamatan Pacet atau 3 km arah barat dari pintu masuk Pemandian Air Panas Cangar.  Keberadaan objek wisata ini terletak di sebelah jalan yang menurun cukup tajam di dekat perbatasan wilayah Malang dan Mojokerto. Sekitar 200 m dari jalan raya Pacet - Mojokerto.



Selanjutnya untuk mencapai coban harus menuruni lereng yang cukup terjal dengan kemiringan 45 derajat. Walaupun demikian, oleh petugas telah dibuatkan tangga batu untuk mencapai coban. Tidak hanya itu, di tengah perjalanan menuruni tangga juga disediakan bangku dari kayu untuk pengunjung yang lelah ketika menaiki tangga dan ingin menikmati pemandangan coban dari tempat yang lebih tinggi.

Fasilitas 
Tersedia tempat parkir meskipun seadanya hanya menampung sekitar 20 kendaraan roda dua saja, bagi yang membawa kendaraan roda empat  cukup menyulitkan.  Minimnya papan petunjuk dan kurang jelas membuat sulit pengunjung datang ke lokasi ini.


Foto-foto Coban Watu Ondo :







Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer


Air Terjun Coban Canggu memiliki ketinggian sekitar 70 meter.  Obyek wisata ini berada di lereng Gunung Welirang pada ketinggian ± 800 meter dpl

Lokasi

Terletak di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Propinsi Jawa Timur.
Akses

Berjarak 32 km dari pusat kota Mojokerto atau sekitar 3 km dari pusat kota Pacet arah selatan.  Akses menuju kesana sangat mudah untuk dikunjungi baik dengan kendaraan roda empat ataupun roda dua.  

Untuk menuju kawasan Pacet ada banyak rute yang bisa ditempuh:
Jika ditempuh dari Mojokerto kita bisa lewat rute Mojokerto – Pacet dengan jarak tempuh 30 kilometer, atau bisa lewat rute Mojokerto - Mojosari – Pacet yang berjarak sekitar 40 kilometer. 

Jika dari Surabaya bisa lewat rute Krian – Mojosari – Pacet, atau lewat rute Sidoarjo – Gempol – Mojosari – Pacet. Kedua rute ini berjarak sekitar 60 kilometer dari Surabaya.

Sedangkan jika dari arah Pasuruan dan kota-kota di wilayah “tapal kuda” bisa lewat rute Gempol – Pandaan – Prigen – Trawas – Pacet, atau bisa lewat rute Gempol – Mojosari – Pacet.

Juga dari arah Malang bisa lewat rute Pandaan – Prigen – Trawas – Pacet, atau lewat rute Batu – Cangar – Pacet.

Sedangkan untuk mencapai air terjun harus menuruni anak tangga yang jumlahnya puluhan. Tidak hanya itu, jalan menuju air terjun ini tidaklah mulus. Tetapi, penuh kelok dan harus melewati jalan setapak, serta menyeberangi beberapa aliran air.  Jarak tempuh menuju air terjun ini sekitar 0,5 km.



Fasilitas dan Akomodasi

Tersedia warung-warung yang menyediakan makanan khas daerah setempat, dan pondok wisata yang disewakan untuk umum.  Juga banyak terdapat vila yang disewakan apabila ingin menginap dengan harga berkisar mulai Rp250.000 hingga Rp750.000 per malam. 

Wisata Lain 

Air Panas Padusan yang terletak sekitar 500 m dari lokasi air terjun.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer